Jumat, 13 Januari 2012

Sehat dengan herbal


Kesehatan adalah Harta. Sebanyak apapun uang yang bisa anda miliki namun jika tubuh sakit rasanya uang tersebut seperti tidak ada artinya. Seperti saudara-saudara kita yang bahkan mampu untuk membeli makanan enak kapanpun setiap saat namun karena hipertensi, makanan tersebut tidak bisa dinikmati olehnya.

Dewasa ini penderita penyakit degeneratif makin lama makin meningkat seiring meningkatnya tingkat ekonomi dan perubahan pola makan masyarakat Indonesia. Hal ini bisa kita lihat seperti menjamurnya restoran-restoran terutama di kota-kota besar, restoran tersebut biasa penuh sesak pada hari sabtu, minggu atau hari libur.

Disamping perubahan pola makan yang tidak sehat, hal ini diperburuk dengan perubahan gaya hidup yang tidak sehat pula seperti tingkat stress yang tinggi dalam pekerjaan & rumah tangga,
kebiasaan merokok, istirahat yang kurang dan enggan berolahraga.

Bisa kita lihat bahwa ini adalah trend global, tidak hanya di Indonesia namun pola makan dan gaya hidup seperti ini juga terjadi di dunia barat. Seringkali perawatan dengan obat-obatan tidak memuaskan hasilnya bagi penderita, disinilah peran produk herbal bagi penderita. Bahkan masyarakat di negara Barat justru sejak lama tertarik dengan produk yang natural dikarenakan kelebihannya yang tidak menimbulkan efek negatif dan faktor keamanannya jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Hal ini kami rasakan sendiri, ketika sebagian masyarakat kita mengkonsumsi produk asing, justru orang-orang luar negeri dan perusahaan-perusahaan luar negeri malah membeli produk kita . Sudah sepantasnya lah kita mengkonsumsi produk buatan sendiri, karena negara kita adalah negara paling kaya akan tanaman obat herbalnya. Buat apa membeli merk asing ketika yang terbaik ada didekat Anda!

Sifat bahan alami adalah MEMBANGUN, jadi jika dikonsumsi dalam jangka panjang justru akan menyehatkan dan mampu memperbaiki organ dan fungsi tubuh secara aman. Berbeda dengan bahan sintetis, penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan kerusakan fungsi atau organ tubuh dan ketergantungan obat.

Sebagai contoh pemanfaatan produk herbal dari tanaman buah mengkudu misalkan  yang berperan mampu menormalkan kadar kolesterol, tentu ini sangat baik sekali. Kolesterol memang dibutuhkan oleh tubuh, namun kolesterol yang kadarnya berlebihan akan menyebabkan penyakit serius seperti jantung koroner, pendarahan otak dan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Memang dengan mengonsumsi obat-obat kimia / farmasi (asal kata pharmacy dari bahasa yunani berarti racun), masalah jantung dan kolesterol bisa diatasi, akan tetapi masalah baru akan timbul yaitu efek dari mengonsumsi obat-obat kimia adalah hati dan ginjal terkena efek dari obat kimia tersebut.

Produk herbal bukanlah untuk pengobatan saja, namun memasukan produk herbal sebagai tambahan menu makanan sehat anda adalah keputusan yang tepat, karena mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Kekebalan tubuh akan meningkat dan tubuh tidak gampang sakit.

Pengobatan herbal sebetulnya bukanlah hal yang baru, pengobatan herbal sudah digunakan di Cina 2800 sebelum masehi. Kemudian pada awal abad 20an industri farmasi mulai berkembang dan orang mulai menggunakan obat-obatan kimia. Namun seiring bertambahnya kesadaran orang bahwa mengkonsumsi obat-obatan farmasi dalam jangka panjang tentu sangat tidak baik bagi tubuh dan kesadaran masyarakat khawatir akan efek negatif yang ditimbulkannya maka masyarakat dunia mulai kembali ke produk alami herbal.

Meskipun produk herbal sudah relatif mudah untuk dijumpai, terutama di kota-kota besar, namun Anda tetap harus berhati-hati dalam membelinya. Pastikan anda mendapatkan produk herbal yang berkualitas dan sudah memiliki sertifikat ijin edar atau sudah terdaftar legalitasnya.

0 komentar:

Poskan Komentar